Teknologi Ini Diklaim Bisa Menjadi Pengganti Lampu Lintas

Suara.com – Terjebak lampu merah menjadi salah satu momen yang menjenuhkan saat mengemudi. Bahkan berdasarkan data yang dipaparkan Ford, rata-rata pengendara harus menghabiskan waktu dua hari dalam setahun untuk mengantre di lampu merah atau lampu lalu-lintas.

Menjawab hal itu, produsen otomotif asal Amerika Serikat ini coba mengembangkan inovasi agar pengemudi tidak lagi harus mengantre di persimpangan karena lampu lalu lintas.

Caranya adalah dengan menghilangkan lampu lintas yang di setiap persimpangan jalan. Sistem Namun dalam hal ini perusahaan menawarkan sistem yang diberi nama Intersection Management Priority (IMP).

Cara kerjanya, sistem ini akan menggunakan teknologi komunikasi dari kendaraan ke kendaraan untuk berkoordinasi dengan kendaraan lain di sekitarnya.

Jika dua kendaraan mendekati persimpangan yang sama, sistem akan menampilkan kecepatan yang ideal untuk melewati persimpangan sehingga mereka tidak akan saling menabrak.  Dengan begitu tidak akan ada lagi mobil yang harus berhenti.

“Selain menghemat waktu, teknologi ini bisa menghemat bahan bakar karena pengemudi tidak lagi terjebak di lampu merah. Teknologi ini juga menjanjikan untuk meningkatkan keselamatan karena hampir 60 persen kecelakaan terjadi di persimpangan,” tulis Ford, dikutip dari Carcoops, Jumat (12/10/2018).

Meskipun sistemnya terdengar sangat radikal, Ford mengatakan bahwa sistem ini terinspirasi dari cara orang saling berpapasan dalam sebuah kerumunan. Jika diperhatikan, orang-orang akan memperlambat atau mempercepat jalan mereka untuk menghindari benturan satu sama lain akan tetapi tidak berhenti bergerak maju. Hal inilah yang coba diterapkan Ford dalam mengatasi lalu lintas kendaraan.

Teknologi ini bisa saja menjadi pilihan yang lebih aman jika pengendara benar-benar memperhatikan dasbor dan mengikuti instruksi mobil. Jika tidak, teknologi seperti ini tentu akan sangat membahayakan.